Tiga Perbedaan Kasus Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370 dan AirAsia QZ8501

MH370 vs QZ8501
MH370 vs QZ8501

Dua maskapai penerbangan yakni Malaysia Airlines dan juga AirAsia yang merupakan dua maskapai penerbangan asal Malaysia mendapatkan sorotan yang besar dari pihak dunia di Tahun 2014 yang baru saja berlalu. Keduanya sendiri memliki nasib yang hampir serupa yakni berawal dari hilang kontak dengan Air Traffic Control atau ATC. Meskipun pada akhirnya kedua pesawat dari kedua maskapai tersebut sama-sama hilang, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan yang mencolok terjadi atas kedua pesawat.

Pesawat QZ8501 milik AirAsia sendiri dinyatakan hilang kontka pada tanggal 28 Desember 2014 yang lalu. Sementara pesawat MH370 milik Malaysia Airlines hilang kontak sejak Maret 2014 yang lalu. Berdasarkan beberapa sumber portal berita online yang terpercaya berikut tiga perbedaan antara kasus hilangnya kedua kapal :

  1. Tidak terlalu banyak intrik dalam proses hilangnya pesawat QZ8501 AirAsia. Hal ini jelas berbeda dengan kasus hilangnya pesawat MH370 milik Malaysia Airlines yang penuh dengan teori konspirasi. Hal ini disimpulkan oleh adanya berbagai dugaan yang berhembus seputar hilangnya pesawat MH370, sebut saja dugaan pertama yaitu pilot dengan sengaja mematikan transponder dan juga melakukan pemberhentian transmisi radio. Pesawat MH370 itu pun mendadak hilang setelah diperkirakan berputar-putar dalam waktu beberapa jam. Lebih dari itu, ada pula yang menduga bahwa hilangnya pesawat MH370 ini oleh karena adanya unsur teror atau pembajakan. Berbeda dengan Pesawat QZ8501 yang sebelum kejadian proses komunikasi pilot dengan ATC cenderung sangat lancar dan diketahui adanya cuaca yang buruk. Lebih dari itu, tidak adanya kemungkinan adanya intrik di dalam proses hilangnya QZ8501 tersebut.
  2. Berdasarkan lokasi jatuhnya pesawat, QZ8501 berada di perairan atau laut yang dangkal yang memisahkan pulau Kalimantan dan Pulau Bangka Belitung. Hal inilah yang kemudian menjadi faktor mudahnya puing pesawat untuk ditemukan. Hal ini pun dipastikan benar karena proses pencarian sendiri sudah mendapatkan hasil di hari pencarian yang ketiga. Lebih dari itu, proses pencarian juga dipermudah dengan data yang ada pada ATC sehingga lokasi pencarian pun bisa lebih dipersempit. Di sisi lain, MH370 mulai hilang kontak di sekitar Samudera Hindia yang dikenal memiliki lautan yang dalam dan terjal. Alhasil, hingga saat ini sudah memasuki tahun 2015, kepastian mengenai keberadaan puing pesawat pun belum diketahui, antara dibajak, jatuh di dalam laut atau bahkan meledak di angkasa.
  3. Pihak pemerintah Indonesia dan pihak Maskapai Penerbangan AirAsia ternyata belajar banyak dari jatuhnya MH370 yang hilang. Bisa disebutkan kasus MH370 membuat bingung pihak pemerintah dan juga Malaysia Airlines. Sebut saja pendapat pejabat Pemerintahan Malaysia yang bertentangan. Lebih dari itu, pihak keluarga korban pun merasa tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal. Tentunya berbeda dengan kasus QZ8501 yang diketahui Pemerintah dan Malaysia Airlines sendiri bergerak dengan cepat.Tim BASARNAS dan TNI AL serta pihak-pihak lainnya pun digerakan dengan cepat. Lebih dari itu Jussuf Kalla yang menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pun turun tangan. Sementara itu, Pihak Maskapai Penerbangan AirAsia pun melakukan hal yang pas, yakni mengurusi dan melayani keluarga korban. Sungguh kerjasama yang luar biasa, dan alhasil saat ini sudah ditemukan puing-puing pesawat dan korban sendiri saat ini sudah melalui tahap evakuasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.