Syarat Puasa Ramadhan Bagi Penderit Sakit Ginjal

Pada dasarnya hukum beerpuasa di bulan Ramadhan untuk seluruh umat Islam di dunia adalah wajib. Namun, dalam kondisi tertentu dan atau kondisi kesehatan tertentu yang tidak memungkinkan untuknya berpuasa, maka hukumnya akan menjadi sunnah atau makruh atau justru haram atau dengan kata lain boleh tidak berpuasa. Misalnya saja pada penderita penyakit tertentu yang jika berpuasa akan membuat sesuatu yang lebih buruk akan menimpanya maka dipastikan puasa tidak wajib baginya.

Puasa Penderita Ginjal
Puasa Penderita Ginjal

Akan tetapi, pada pasien yang menderita penyakit ginjal, kemungkinan besar masih bisa untuk berpuasa. Asalkan tentunya harus memenuhi syarat dan aturan yang diberlakukan dalam sistem kesehatan atau dokter. Setidaknya ginjal mereka harus masih dalam kategori derajat yang sehat baik itu tahap I atau juga tahap II.

“Untuk tahap I dan II boleh berpuasa,” kata dr. Deni Kriscahoyo, Sp.PD, FINASIM, dokter spesialis Penyakit Dalam di RS Sentra Medika Depok.

Untuk penyakit ginjal sendiri, organ tersebut dibagi ke dalam beberapa kategori kesehatan. Setidaknya ada lima derajat yang menjadi pertanda sehatnya ginjal pasien. Kelima derajat tersebut antara lain tahap I dimana kondisi ginjal penderita tahap I ini masih memiliki ginjal yang sehat sebanyak 90 persen. Kemudian tahap II dimana jumlah organ tersebut yang masih sehat antara 60 hingga 90 persen. Tahap III antara 30 hingga 60 persen, kemudian tahap IV diantara 14 sampai 30 persen dan yang terakhir tahap V yakni kurang dari 15 persen. Dalam tahap-tahap awal adanya penayakit ginjal maka mereka masih diberi toleransi agar bisa berpuasa.

Para penderita penyakit ginjal diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan cairan mereka agar cukup. Oleh sebabnya harus ada jadwal rutin minum air yang cukup pada malam harinya agar kondisi ginjal mereka tetap sehat meskipun sedang berpuasa. Terlebih memang ciaran sangat dibutuhkan pada saat berpuasa agar tetap fit dan bugar. Untuk para lansia dianjurkan untuk mengkonsumsi minimal 8 hingga 10 gelar air putih dalam sehari. Kemudian makanan yang kemudian dianjurkan untuk dikonsumsi pada saat bersahur dan berbuka adalah jenis makanan yang banyak mengandung serat. Kemudian terapkan pola makan khusus.

“Jus buah antara berbuka hingga sebelum tidur. Hindari teh saat sahur, dianjurkan konsumsi makanan yang lebih lama dicerna seperti nasi, roti, sayur dan buah. Batasi gula,” tutur dr Deni.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.