Persamaan antara Leicester, Barcelona dan Bayern Munchen

Leicester adalah salah satu klub yang saat ini bercokol di puncak klasemen Liga Primer Inggris. Kemenangan The Foxes atau si Rubah dalam laga dini hari kemaren ketika bertandang ke markas Crystal Palace semakin membuat klub ini semakin dekat dengangelar juara. Akan tetapi, tim yang dilatih oleh Claudio Ranieri ini masih enggan untuk berharap bahwa mereka akan meraih throfi meski sudah memiliki kesamaan dengan beberapa klub raksasa Eropa lain seperti Barcelona dan Bayern Munchen.

Claudio RanieriKemenangan Leicester atas Crystal Palace 0-1 tadi malam di Selhurst Park membuat Leicester yang saat ini berada di puncak klasemen berselisih 8 point dengan pesaingnya di posisi runner up, Tottenham Hotspur.

Meski berselisih lumayan jauh, namun klub yang dilatih oleh Claudio Ranieri ini masih enggan menyebutkan kalau pihaknya sebagai peraih predikat juara liga musim ini. Bahkan, Ranieri (64) hanya memasang target kalau mereka hanya akan mengamankan satu tempat di Zona Liga Champion musim ini. Hal ini jelas lebih baik ketimbang pernyataan pelatih 64 tahun tersebut beberapa hari sebelumnya yang menyebutkan kalau Leicester hanya menargetkan jikalau mereka hanya membidiki satu tempat di Liga Europa.

Mungkinkah setelah target ini, Bos Leicester nantinya akan kembali menaikan target ke depannya dari Liga Champion menuju kursi juara Liga Premier Inggris?

“Kami harus tetap kalem, Saya tidak memimpikan gelar juara. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Mungkin setelah dua partai ke depan, saya akan bisa lebih banyak berbicara” Sebut Claudio Ranieri seperti dikutip dari BBC Sport.

Leicester sendiri masuk sebagai salah satu tim yang diprediksikan akan menjadi juara setelah mereka berhasil memuncaki klasemen Liga Inggris selama 14 pekan secara konsisten. Klub berjuluk The Foxes tersebut stabil menjadi penguasa singgasana selama 7 pekan terakhir. Selain itu, rekor Jamie Vardy dan kawan-kawan juga stabil selalu meraih 3 poin baik bermain di kandang maupun tandang.

Jamie Vardy dan kawan-kawanHingga saat ini sudah memasuki pekan ke 31, pihak The Foxes sudah mengumpulkan 19 kali kemenangan. Kondisi ini jelas jauh lebih baik dibandingkan hasil mereka di musim lalu yakni di musim 2014-2015 dimana angka 19 juga merupakan angka keramat. Namun berbanding terbalik dengan tahun ini, tahun kemaren 19 merupakan kali kekalahan klub tersebut sepanjang musim liga.

Lalu, apakah kesamaan Leicester dengan Bayern Munchen dan juga Barcelona? Hingga saat ini unggul 8 point merupakan salah satu kesamaan Leicester dengan dua klub papan atas Liga Jerman dan Liga Spanyol tersebut.

Kondisi ini berpatokan pada poin yang diraih oleh Raksasa Catalan pada hari Sabtu, 19 Maret 2016 kemaren, dimana Barcelona berhasil meraih poin 75. Mereka berhasil unggul 8 poin dari Athletico Madrid yang gagal mengikuti Barcelona dan hanya mengumpulkan 67 poin akibat kalah 1-2 atas Sporting Gijon. Sementara Barcelona berpeluang untuk kembali memperlebar jarak dengan ATM karena pada pekan ke 30 nanti atau sehari berselang Barcelona akan bertandang ke markas Villareal.

Kemudian, berpindah ke Jerman dimana ada klub bertabur bintang, Bayern Munchen. Klub ini juga unggul 8 poin sebagai pemuncak klasemen atas posisi runner up yang ditempati oleh Borrusia Dortmund. Terakhir Bayern Munchen berhasil menekuk Koeln dengan kemenangan tipis 1-0.

Mungkinkah status yang sama antara Leicester, Bayern Munchen dan Barcelona ini menjadi sebuah sinyal bahwa ketiganya akan mengakhiri musim ini sebagai pemenang di Liga masing-masing? Layak ditunggu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.