MMM Kembali Bangkit, OJK Terima Banyak Aduan

MMM Ilegal
MMM Ilegal

MMM atau Mavrodi Mondial Moneybox atau di Indonesia dikenal dengan istilah Manusia Membantu Manusia merupakan salah satu tindakan money game saat ini kembali bangkit. Hal ini sendiri membuat resah banyak masyarakat di Indonesia. Terkait dengan adanya MMM ini sendiri pihak OJK yaitu Otoritas Jasa Keuangan telah menerima aduan sebanyak 235 kali hingga saat ini terkait aktivitas MMM itu sendiri.

Mengutip dari sebuah media online terkemuka diketahui bahwa berbagai aduan yang masuk ke OJK terkait MMM itu sendiri meliputi perizinan, kejelasan persuahaan, keamanan dalam berinvestasi, lokasi atau tempat dimana perusahaan tersebut berada, hingga keuntungan yang jika difikir secara sehat akan sangat mustahil untuk sebuah keuntungan dalam berinvestasi. MMM yang beredar luas di masyarakat hingga saat ini menjanjika keuntungan yang sangat besar yaitu 30 persen dari investasi yang ditanamkan tanpa harus melakukan usaha apa-apa.

“Kita juga menerima pertanyaan dan informasi 235 yang khusus tentang MMM. Dari pertanyaan itu, mereka pertanyakan apakah punya izin, siapa yang izinin, di mana domisilinya, dan mereka juga khawatirkan, keuntungan tinggi sekali,” kata Kusumaningtuti, anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

MMM sendiri saat ini sangat banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Betapa tidak dengan keuntungan yang besar dan tanpa usaha tentunya MMM sendiri merupakan hal yang sangat digemari. Oleh karena hal ini pulalah, jumlah aduan yang banyak terkait dengan MMM sendiri juga menyebar dari seluruh daerah yang ada di Indonesia, sebut saja Bengkulu, Riau, dan juga daerah lainnya.

Meskipun daerah-daerah pengadu banyak, akan tetapi jumlah aduan yang tertinggi terhadap MMM sendiri berasal dari daerah Jawa Timur. Ternyata MMM sendiri memiliki banyak pelaku usaha di daerah ini.

“Kalau dilihat lagi, menariknya rata datangnya dari daerah-daerah, tertinggi di Jawa Timur. Kemudian ada dari DKI Jakarta, Bandung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Aceh, Jambi, Bengkulu, Riau, Maluku, NTB dan Papua. Jadi, merata dari Sabang sampai Merauke, bahkan ada juga pertanyaan yang masuk dari Hong Kong,” tutur Kusumaningtuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.