Michel Platini Kembali Terpilih Jadi Presiden UEFA 2015-2019

Michel Platini kembali terpilih jadi Presiden UEFA
Michel Platini kembali terpilih jadi Presiden UEFA

Michel Platini yang merupakan seorang legenda Sepak Bola asal Perancis kembali terpilih menjadi Presiden UEFA. Oleh sebabnya, pria yang menjadi motor serangan Perancis di eranya tersebut akan kembali memimpin federasi sepak bola di Benua Biru tersebut hingga 2019 atau empat tahun ke depan. Terpilihnya Michel Platini ini sendiri merupakan kali ketiga baginya, lalu apa saja yang program yang akan dilakukannya di masa kepemimpinannya yang akan datang? Berikut penuturannya.

Michel Platini sendiri mendapatkan kemenagan mutlak sebagai seorang presiden UEFA. Hal ini terjadi karena memang tidak ada lawan yang ingin menggusur posisinya di federasi tertinggi sepak bola benua biru tersebut. Kemenangan mutlak dari Michel Platini ini sendiri dikukuhkan dalam sebuah kongres UEFA yang dilakukan di Viena, pada hari Selasa, 24 Maret 2015 kemaren.

Sebagai pemenang dan kembali memimpin UEFA, dirinya pun didapuk untuk memberikan sebuah pidato. Dalam pidato kemenangannya inilah akhirnya dapat dikutip beberapa tujuan dan langkah yang akan dilakukannya empat tahun ke depan untuk organisasi yang dirinya pimpin tersebut. Hal yang paling utama adalah dirinya ingin menjaga semangat atau spirit organisasi yang hingga 2019 nanti dirinya pimpin tersebut.

“Memimpin institusi ini adalah kehormatan, dan saya sekali lagi mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda sekalian (54 asosiasi sepakbola di Eropa). Saya adalah kapten dari tim pemenang ini. Saya bangga dengan pencapaian kita. Anda tahu bisa mengandalkan saya. Kita sudah mengambil keputusan hebat dalam beberapa tahun, dan cara kerja ini akan kita lanjutkan.” Kata Michel Platini dalam Pidatonya yang dikutip dari Sidomi.com

Sebagai presiden UEFA memang Michel Platini beberapa kali sempat tidak akur dengan konfiderasi yang lebih tinggi yaitu FIFA. Dalam beberapa argumen yang dungkapkan oleh Platini acap kali memang sangat berbenturan dengan apa yang diputuskan oleh FIFA. Menanggapi hal tersebut, Platini justru menilai bahwa UEFA dan FIFA sama sekali tidak bisa saling membela diri siapa yang benar dan salah dan tidak bisa dibenturkan. Justru sebaliknya, UEFA sebagai federasi yang berinduk kepada FIFA harus bersinergi demi terbentuknya FIFA yang lebih kuat.

“Orang tertentu ingin agar kita (UEFA) dan FIFA berhadap-hadapan satu sama lain. Jangan percaya yang Anda dengar. Kita mencintai FIFA, sepakbola Eropa sangat mencintai FIFA. Karena kita cinta dan menghargai FIFA itulah, kita ingin FIFA sempurna. UEFA ingin FIFA yang kuat, dan UEFA ingin FIFA yang dihormati semua kalangan,” papar Platini lagi.

Demikian artikel ini, dan tentunya selamat kepada Michel Platini atas terpilihnya kembali dirinya sebagai presiden UEFA. Lalu apa pendapat anda tentang sosok ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.