Mesjid di Tolikara Dibakar, Berikut Pernyataan Sikap Ulama, JK dan Kapolri

Kejadian paling menghebohkan di hari raya Idul Fitri 1426 H kemaren adalah kasus pembakaran mesjid Tolikara, Papua. Pembakaran mesjid sendiri dilakukan pada saat umat Islam di daerah tersebut hendak melaksanakan Sholat Ied yang merupakan salah satu ibadah sunnah yang digelar pada perayaan hari kemanangan Idul Fitri. Belum diketahui secara pasti mengapa hal tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, namun dari kejadian ini, beberapa ulama, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan juga Kepala Polisi Republik Indonesia pun telah menyatakan sikap mereka. Berikut uraiannya :

Mesjid Tolikara Dibakar
Mesjid Tolikara Dibakar

Setidaknya ada 33 orang alim ulama Indonesia yang tergabung dalam kelompok yang menamakan dirinya Presidium Aliansi Alim Ulama Indonesia (AAUI) telah menyampaikan keputusan bersama atas kejadian yang terjadi di Karubaga, Ibu Kota Kabupaten Tolikara, Papua. Dimana pihak AAUI tersebut menghimbau kepada para tokoh Kristen dan juga Islam agar selalu mengedepankan kerukanan dan toleransi antar umat bergama dalam bertindak. Hal ini agar keutuhan Bangsa Indonesia tetap terjaga.

Sebelum pernyataan ini sendiri, Din Syamsuddin yang merupakan ketua umum Majelis Ulama Indonesia juga telah menyerukan kepada seluruh Umat Islam di Tolikara agar bisa menahan diri untuk tidak menyerang balik atas kejadian kekerasan yang terjadi di tempat ibadah mereka yang bertepatan pada perayaan Idul Fitri 1436 H kemaren tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla sendiri mengaku menyesalkan tindakan warga mayoritas disana atas kekerasaan yang terjadi di mesjid di Tolikara tersebut. Dirinya pun menyebutkan kalau perkara bermula dari adanya kesalah pahaman warga yang berbeda agama yang ada di Tolikara.

“Ya kebetulan ada dua acara yang berdekatan, ada acara Idul Fitri dan ada pertemuan pemuka masyarakat gereja di sana. Memang asal muasalnya soal speaker (pengeras suara). Jadi mungkin butuh komunikasi lebih baik lagi untuk acara-acara seperti itu,” kata Wapres mengenai kasus yang menimbulkan aksi pembakaran sejumlah bangunan di daerah itu.

Sementara itu, Kepala Polisi Republik Indonesia, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyebutkan kalau kondisi di Papua, tepatnya di Tolikara sendiri sudah diamankan dan dapat diatasi, sehingga tidak membutuhkan adanya penambahan pasukan.

Sehubungan dengan peristiwa ini sendiri kelompok AAUI pun mengutuk seluruh oknum yang terlibat dalam kasus penyerangan di mesjid Tolikara tersebut. Secara khusus pihaknya pun meminta kepada Kepolisian untuk segera menangkan seluruh elemen yang terlibat dan menghukum dengan hukuman yang setimpal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.