Inilah Permintaan Terakhir Fredi Budiman yang Telah Dieksekusi Mati Tadi Malam

Fredi Budiman akhirnya dieksekusi mati oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejaggung) yang menurut jadwal dilaksanakan pada dini hari tadi, Jumat 29 Juli 2016. Bersama Fredi Budima turut pula dieksekusi mati tiga orang lainnya yang menjadi penghuni LAPAS Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Fredi BudimanM. Prasetyo menuturkan kemaren kalau Fredi Budiman memang telah menerima keputusan pihak Kejaksaan Agung untuk menghukumnya dengan eksekusi mati. Kemudian pula, Fredi pun sudah menerima haknya sebagai warga negara Indonesia yakni hak hukum.

“Fredi hanya ajukan satu PK (peninjauan kembali). Yang bersangkutan menyatakan siap. Tidak ada PK kedua,” kata Prasetyo di Kejagung, Jakarta.

M. Prasetyo juga menyebutkan kalau seorang Fredi Budiman adalah anggota atau salah satu dari sindikat narkoba yang merusak anak Bangsa Indonesia. Sebelum memutuskan untuk Fredi harus dieksekusi mati jilid 3, pihak Jaksa eksekutor pun sudah melakukan pertimbangan yang sangat matang.

“Semua hak hukum sudah dipenuhi termasuk PK. Dia (Fredi) memiliki peran yang penting di kalangan sindikat sebagai pemasok, penyedia, pengedar, pembuat, dan pengekspor. Eksekusi harus dilakukan, tentu setelah proses yang teliti,” kata Prasetyo.

Dijelaskan lagi kalau selain menjamin kalau hak hukum dari seorang Fredi Budiman telah dipenuhi. Dirinya juga menjamin kalau apapun permintaan terakhir dari Fredi telah dikabulkan.

“Termasuk bagaimana jenazah diperlakukan. Fredi Budiman minta dimakamkan di Surabaya. Tapi sebelumnya, Fredi minta dikumpulkan anak yatim minta didoakan,” beber Prasetyo.

Fredi Budiman (39) adalah bandar atau salah satu dari sindikat perdagangan Narkoba besar di Indonesia, dimana dirinya ditangkap bersama barang bukti sekitar 1.412.000 butir ekstasi dalam sebuah operasi yang dilaksanakan di Jakarta Barat, pada tanggal 25 Mei 2012 yang lalu. Kemudian tak berhenti sampai disitu, Fredi Budiman pun terus melakukan kejahatan dari balik jeruji penjara dengan memproduksi narkoba yang kala itu dari balik penjara,  Lapas Cipinang, Jakarta Pusat tempat dirinya menjalani hukuman.

Sebelumnya, Fredi pun sempat melakukan kasasi yang kemudian ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Selanjutnya pada tanggal 22 Juni 2016 juga melakukan PK atau Peninjauan Kembali, namun PK tersebut kembali ditolak oleh MA.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.