Inilah 11 Klub Yang Dinyatakan Layak Ikut ISL 2015

Logo Jersey Peserta ISL 2015
Logo Jersey Peserta ISL 2015

Badan Olahraga Professional Indonesia atau yang disingkat dengan BOPi akhirnya menyampaikan hasil verifikasinya terhadap sejumlah klub yang akan bertanding di kompetisi Indonesian Super League 2015. Dan menurut hasil survey dan verifikasi yang dilakukan oleh lembaga tersebut terdapat hanya 11 klub yang layak untuk ikut ISL 2015 sementara 7 klub lainnya dinyatakan belum layak dan tak pantas untuk masuk ke ISL 2015.

Adapun 11 Klub yang disebut layak untuk ikut ISL 2015 yang dimaksud adalah Barito Putera, Bali United Pusam, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, Persiba Balikpapan, Pusamania Borneo FC, PSM Makassar, Sriwijaya FC dan Semen Padang. Semua klub di atas tentunya dinyatakan layak karena menurut hasil verifikasi memiliki beberapa element pendukung yang menjadi poros penilaian dari pihak BOPI.

Terkait soal hasil verifikasi tersebut, pihak BOPI pun kemudian sudah melaporkan hasil kerja tim nya tersebut kepada pemerintah dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrowi. Dan hasilnya pak Imam Nahrowi pun menyambut dengan baik hasil yang mereka sampaikan. Menurut pihak BOPI sendiri, verifikasi yang mereka lakukan sudah sangat profesional dan mengacu pada standar baku sebuah sistem sepak bola yang baik dan benar.

Sementara itu, menyinggung masalah adanya 7 buah klub yang masih belum layak untuk masuk dan berlaga dalam kompetisi tahta tertinggi di Indonesia ini antara lain adalah Persela Lamongan, Mitra Kukar, Gresik United, Perseru Serui, dan Pelita Bandung Raya (PBR). Lima klub kandidat peserta kompetisi Indonesian Super League ini sendiri dinyatakan belum layak karena masih belum menyetorkan bukti tanda pembayaran pajak yang dikeluarkan oleh pihak klub. Sementara itu, dua klub lainnya yang masih dinyatakan belum layak adalah Persebaya Surabaya dan juga Arema Cronus Indonesia. Dua klub ini masih belum pasti legalitas klubnya karena sempat merupakan dua klub yang berpisah dan dimenangkan salah satunya.

“Untuk kedua tim (Arema Cronus Indonesia dan Persebaya) ini, kami akan mencari solusinya dengan konsultasi ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham,” papar Sekjen BOPI, Heru Nugroho.

Adapun BOPI sendiri berpendapat kalau apa yang dilakukan oleh timnya dalam melakukan verifikasi ini sendiri dilakukan dengan standar keprofesionalitasan yang cukup tinggi. Dengan tujuan agar kompetisi Indonesian Super Leageu ini bisa berlangsung dengan cara yang profesional dan salah satu langkahnya adalah dengan hanya memasukkan klub-klub yang juga professional saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.