Akli Fairuz Meninggal Bikin Kiper PSAP Sigli Trauma

Akli Fairuz
Akli Fairuz

Akli Fairuz yang merupakan pemain penyerang dari klub Divisi Utama Persiraja Banda Aceh akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah beberapa waktu menjalani perawatan di rumah sakit atas insiden berbenturannya dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohmat. Kejadian berbenturan ini terjadi ketika dirinya bermain dalam laga lanjutan Divisi Utama 2014 di Stadion Dimurthala, Lampinueng, Banda Aceh, Sabtu  10 Mei 2014 yang lalu. Berita duka ini sendiri sampai ke telinga Agus Rohmat yang langsung merasa menyesal dan menangis sekaligus trauma.

“Agus (Rohman) murung terus. Psikologinya berdampak atas meninggalnya Akli Fairus. Yang jelas, tidak ada pihak yang mau kejadian seperti ini,” ungkap pelatih PSAP Sigli, M. Khaidir, beberapa waktu lalu.

“Saya yang beritahu dia kalau Akli Fairus meninggal. Dia (Agus Rohman) menangis dan langsung menjadi diam waktu sampai Medan,” tambah Asisten Pelatih PSAP Sigli, Sunardi Sudirman.

Secara pribadi, Agus Rohmat yang merupakan kiper yang berbenturan dengan Almarhum Fairuz Akli telah menyatakan penyesalannya atas insiden yang telaj terjadi yang menyebabkan meninggalnya Akli Firuz. Dalam kesempatan itu pula dirinya pun menyatakan secara resmi meminta maaf kepada semua pihak yang terkait masalah ini. Dirinya pun menyebutkan kalau apa yang dilakukannya tidak memiliki unsur kesengajaan untuk menciderai atau sampai membuat Fairuz Akli meninggal dunia, karena menurutnya kejadian itu sendiri adalah kejadian yang memiliki unsur fifty-fifty alias tanggung.

“Bolanya fifty-fifty. Saya sama dia sama-sama mau merebut bola di tengah. Sepulang dari Medan, saya akan ke rumah keluarga almarhum. Saya sangat minta maaf. Maaf juga untuk semua masyarakat sepakbola di Aceh,” ucap Agus Rohman.

Persitiwa yang menewaskan pemain Persiraja Banda Aceh ini sendiri terjadi ketika sang penyerang yang tak lain adalah Akli  Fairuz berbenturan dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohmat. Setelah insiden terjadi,Akli Fairuz pun terpaksa harus ditarik keluar karena mengerang kesakitan. Namun, sayangnya pertolongan tidak dilakukan dengan maksimal karena Akli  Fairuz tidak langsung dibawa ke rumah sakit. Dimana sang pemain tetap harus duduk di bangku cadangan dengan sesekali merasakan kesakitan. Baru setelah malam dan sakit tidak kunjung membaik pihak klub berinisiatif membawanya ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh. Dengan perawatan yang terlambat tersebut, selang beberapa hari dirawat di rumah sakit, Akli  Fairuz pun akhirnya wafat.

Berita ini tentunya mengharuskan kepada seluruh manajemen klub di Indonesia untuk mewaspadai masalah sakit yang diderita pemain saat berbenturan dan lain sebagainya agar penanganan optimal bisa didapatkan dan kejadian seperti ini tak terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.