Penduduk Desa Aogashima ini Menetap di Kawah Gunung yang Masih Aktif

Pulau Aogashima
Pulau Aogashima

Penduduk yang bermukim di sebuah desa di pulau Aogashima, Jepang ini terbilang memiliki nyali yang cukup besar. Betapa tidak, untuk diketahui bahwa Aogshima adalah sebuah pulau kecil yang di dalam pulau tersebut ada sebauh kawah gunung api yang hingga saat ini masih aktif. Menariknya, kawah besar yang menganga inilah yang kemudian dijadikan oleh para penduduk desa tersebut untuk bermukim. Tentunya, jika terjadi hembusan dari kawah maka pastinya seluruh warga disekitar kawah akan terkena dampaknya.

Pulau Aogashima sendiri secara geografis terletak di daerah laut Filipina, meskipun demikian pulau ini termasuk ke dalam wilayah Jepang. Teradapat 170 jiwa yang tercatat bermukim disana. Karena memiliki kawah gunung api, maka dipastikan tanah di pulau tersebut terbilang sangat subur. Pada umumnya seluruh penduduk di desa yang juga dinamai Aogashima ini bermata pencaharian sebagai petani.

Gunung Api yang ada di Aogshima memang telah lama tidur, setidaknya letusan terakhir yang terjadi di kawah pulau tersebut terjadi pada tahun 1780. Pada waktu itu tercatat, separu penduduk desa tersebut meninggal dengan jumlah 327 jiwa korban meninggal. Meskipun tempat ini terbilang sangat berbahaya, namun tidak ada satu pun penduduknya yang ingin berpindah tempat tinggal dan mencari peruntungan di tempat yang jauh lebih aman. Kondisi ini mengingatkan kita tentunya pada kondisi di Tanah Air tepatnya di sekitar kawah gunung Krakatau yang berada di provinsi Jawa Barat.

Dari tahun 1780 tersebut, kehidupan dan aktivitas di Aogashima sendiri sempat berhenti. Setidaknya baru ada aktivitas setelah 50 tahun kemudian. Hal ini mungkin saja dikarenakan mereka masih nyaman bertempat tinggal di Aogashima yang dipenuhi dengan hamparan hijau nan subur tersebut. Meskipun berbahaya akan tetapi, pulau ini terbilang memberikan peluang bisnis yang besar serta memberikan peluang kehidupan yang memadai.

Anda yang ingin mengunjungi tempat tersebut bisa melakukan perjalanan dengan menggunakan penerbangan dari Bandara Haneda ke Hachijojima. Setelah itu, anda bisa melanjutkan perjalan dengan menggunakan helikoter atau juga kapal feri untuk menyeberang ke pulau Aogashima. Akan tetapi, anda yang memilih menggunakan kapal feri harus memilih waktu yang tepat, pasalnya kapal feri sendiri berangkat hanya pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Jika anda tidak bisa menentukan jadwal seperti jadwal feri tersebut, anda bisa memilih jalur udara dengan Helikopter karena helikopter bisa melakukan perjalanan setiap hari. Dari selatan Tokyo sendiri ke pulau Aogashima berjarak sekitar 358 kilometer.

Leave a Reply

Your email address will not be published.