Benarkah Brownis Ganja Hilangkan Rasa Sakit?

Brownies Ganja
Brownies Ganja

Brownies Ganja saat ini tengah ramai menjadi pembicaraan banyak orang. Brownies ini sekilas memang seperti kebanyakan brownies biasa, akan tetapi tambahan bahan ganja yang ada padanya membuat kue ini saat ini menjadi kontroversi. Ironisnya kue ini sendiri dijual di pusat perbelanjaan Blok M yang sangat mudah untuk ditemukan siapa saja yang mau membelinya. Sang penjual yang saat ini menjadi tersangka itu pun mengungkapkan kalau dirinya yang merupakan penderita HIV AIDS mendapatkan dampak positif dari kue bercampur ganja tersebut karena dengan mengkonsumsinya, dirinya pun bisa terbebas dari rasa nyeri dan sakit yang dirinya alami.

Faktanya memang daun ganja merupakan salah satu bahan yang bisa meredakan nyeri. Beberapa negara di dunia pun sudah melegalkan penggunaan daun ganja di dunia kesehatan. Dan salah satu pasien yang diperbolehkan untuk mengkonsumsi ganja adalah pasien kangker yang baru selesai menjalani kemoterapi. Akan tetapi, dosisnya harus dengan pengawasan dari dokter.

Meskipun demikian, apa yang dilakukan dalam dunia medis jelas jauh berbeda dengan penyalah gunaan dari para pecandu kasusnya. Dimana kalau dalam dunia kesehatan jelas penggunaannya untuk hal yang positif dan itupun mesti diawasi oleh dokter. Sementara para pecandu menggunakannya tanpa pengawasan dan tidak ada manfaat yang dapat mereka ambil.

Apalagi Indonesia sendiri hingga saat ini merupakan negara yang belum membolehkan pemakaian ganja, termasuk untuk dunia kesehatan. Berbagai alasan pun diuraikan termasuk, masih adanya obat-obatan lain yang bisa digunakan untuk meredakan nyeri yang menjadi alternatif.

“Pengobatan nyeri itu ibarat anak tangga. Misalnya nyeri yang ringan cukup parasetamol, kalau sudah sangat berat dan tidak sembuh-sembuh bisa menggunakan obat dari serat opium,”ungkap Dr Andri, SpKJ, psikiater dari RS Omni Alam Sutera.

Salah satu efek yang kurang baik dari penggunaan ganja sebagai pereda nyeri adalah memunculkan sebuah perasaan halusinasi. Memang pada dasarnya akan menghilangkan rasa nyeri, tapi dibalik itu semua perasaan dari penggunanya akan menjadi tak sesuai dengan kondisi yang mereka fikirkan.

“Harus hati-hati dengan ganja. Efeknya ke tiap orang beda-beda, terkait halusinasi kemudian kondisi pemikiran dan perasaannya menjadi tidak sesuai,” pungkas Dr Andri lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.