Kesehatan Anak Bisa Terganggu Karena Sering Makan Asin

Anak-anak atau usia muda merupakan salah satu usia dimana mereka rentan mengalami masalah kesehatan kardiovaskular secara dini. Hal ini tak lain karena camilan atau makanan ringan yang mereka konsumsi memiliki rasa asin yang berlebihan atau mengandung banyak garam. Dengan kata lain, kandungan garam yang banyak berdampak buruk pada kesehatan anak. Saat ini memang banyak anak yang sangat menyukai berbagai bentuk camilan atau makanan ringan dengan rasa gurih alias asin. Jika kita menelisik ke berbagai restoran fast food, kita akan menemukan menu makanan dengan rasa yang gurih adalah salah satu menu makanan yang memang sangat enak.

Dalam hal ini, jelas kesukaan anak pada makanan dengan cita rasa yang asin ini harus segera diluruskan. Untuk diketahui bahwa jika garam yang terkandung dalam sebuah makanan terlalu tinggi dan masuk dengan cara dikonsumsi, akan menjadi salah satu alasan tekanan darah dalam tubuh seseorang juga akan ikut meningkat. Hal ini jelas sangat mungkin terjadi, apalagi memang ketika masih kecil, orang tersebut sudah sangat sering mengkonsumsi makanan yang asin. Hal ini akan berdampak ketika mereka sudah beranjak menjadi orang yang dewasa maka penyakit hypertensi pun akan menyerang mereka.

Jika berbicara masalah efek dari hypertensi ini maka sangatlah besar. Perlu diketahui bahwa efek hypertensi ini adalah munculnya berbagai penyakit kardiosvolar yang berbahaya. Sebut saja yang paling terkenal dan juga paling membunuh adalah penyakit jantung dan juga stroke. Menyatunya penumpukkan kolesterol dan juga hypertensi merupakan salah satu penyebab munculnya penyakit berbahaya tersebut. Hal ini juga bisa disebabkan oleh makanan junkfodd yang dikonsumsi oleh kita tersebut memang banyak sekali mengandung kalori dan juga lemak. Selain dua penyakit di atas, anda juga harus segera waspada terhadap penyakit diabetes.

Mengutip dari laporan Huffington Post, dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh CDC bahwa rata-rata anak mengkonsumsi setidaknya 3.400 miligram kandungan garam per hari. Angka ini jelas meningkat jauh dibandingkan rata-rata jumlah garam yang boleh dikonsumsi oleh anak-anak per harinya. Dimana usia 4-8 tahun seharusnya hanya boleh mengkonsumsi garam sekitar 1.200 miligram setiap hari dan juga untuk anak usia 9-13 tahun seharusnya hanya mengkonsumsi garam sebanyak 1500 miligram sehari.

Dengan kata lain untuk menjaga kesehatan anak tetap baik, maka diperlukan perubahan terhadap selera makannya. Perlu disadari bahwa merubah selera makan bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Namun, tak ada yang tak mungkin. Selamat berjuang.