QNB League ISL 2015 Dihentikan Sementara

ISL Logo
ISL Logo

Kompetisi kasta tertinggi Indonesia Indonesian Super League atau QNB League 2015 yang baru berjalan selama 2 pekan kembali harus dihentikan sementara penyelenggaraannya. Penghentian sementara ini sendiri diduga oleh banyak pihak masih terkait masalah adanya perbedaan pendapat antara PSSI dan PT. Liga Indonesia dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang dinaungi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yaitu tentang status dua klub besar Arema Cronus Indonesia dan Persebaya Surabaya yang masih tersangkut masalah legalitas.

“Semua pertandingan tanggal 12-25 April 2015 dibatalkan. Jadwal baru nanti akan dirilis usai Kongres (Luar Biasa) PSSI,” jelas Darwis Satmoko, Bidang Kompetisi PT Liga Indonesia, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebelum kompetisi ini dimulai, badan verifikasi yang dibentuk oleh BOPI menyatakan kalau dua klub ISL 2015 tidak bisa diikut sertakan dalam kompetisi terkait masalah legalitas klub dan juga dualisme yang terjadi di dua klub tersebut. Dua klub tersebut yakni Arema Cronus Indonesia dan juga Persebaya Surabaya. Akan tetapi, PT. Liga Indonesia seperti tidak mengindahkan masalah ini, dengan tetap menyelenggarakan ISL 2015 dengan mencantumkan dua klub yang dipermasalahkan oleh BOPI tersebut sebagai bagian dari 18 klub yang akan berkompetisi di QNB League 2015.

Erwin Dwi Budiawan yang menjabat sebagai Ketua Komisi Kompetisi PSSI menyatakan kalau saat ini, pihaknya dalam posisi yang membingungkan. Dimana posisi sekarang sangat tidak mungkin untuk menyelenggarakan kompetisi dengan hanya memakai 16 klub. Sementara di posisi lainnya, menjalankan kompetisi dengan jumlah peserta 18 klub pihaknya mendapatkan hambatan dari BOPI. Pihaknya dalam hal ini PSSI harus mencari solusi sebagai jalan terbaik dari permasalahan ini.

“Telaah dan jalan keluar seperti apa akan menjadi tugas perdana Exco (Komite Eksekutif PSSI) baru nanti. Mereka yang akan mengambil keputusan strategis itu,” lanjutnya.

Sebelumnya memang pihak PSSI secara tegas menyatakan akan tetap menyelenggarakan kompetisi ISL atau QNB League 2015 dengan format 18 klub dengan 2 klub yang diberi sanksi oleh BOPI tidak bisa ikut kompetisi. Hal ini sendiri dilakukan mengingat pihak FIFA telah memberikan rekomendasi untuk tetap menyelenggarakan kompetisi tersebut. Akan tetapi, pihak BOPI yang merupakan badan yang diminta oleh Kemenpora tidak tinggal diam dan memberika peringatan keras kepada PSSI. Alhasil, PSSI pun mengalah dengan memberhentikan sementara kompetisi ISL atau QNB League 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published.