Kasus Bom Old Trafford: Man United Siap Ambil Tindakan Tegas

Manchester United vs Bournemouth yang menurut jadwal akan bertanding pekan lalu dengan sangat terpaksa dibatalkan, menyusul adanya ancaman boom. Akan tetapi, dari hasil pengecekan aparat, diketahui bahwa benda yang mencurigakan yang ada di dalam stadion tersebut ternyata hanyalah sebuah boom palsu yang biasa digunakan untuk simulasi. Sialnya benda tersebut tertinggal di dalam stadion. Menyikapi adanya kelalaian dari pihaknya sendiri tersebut, Manchester United pun siap untuk melakukan penyidikan lebih lanjut dan akan mengambil tindakan secara tegas.

Bom Manchester UnitedTidak bia dipungkiri kalau memang adanya pembatalan laga Manchester United vs Bournemouth ini membuat banyak pihak mengalami kerugian dan salah satunya adalah Manchester United sendiri. fans dan juga pihak lainnya. Adanya penemuan paket mencurigakan yang ditemukan tersebut membuat pihak keamanan kemudian bertindak cepat dengan mengamankan dan mengevakuasi para penonton serta melakukan investigasi atas paket mencurigakan tersebut. Akan tetapi, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, ternyata paket tersebut hanyalah bom palsu yang biasa digunakan pihak kemananan untuk latihan saja.

“Keamanan bagi fans adalah prioritas utama kami di setiap acara yang terjadi di Old Trafford dan saya bangga dengan tindakan yang dilakukan oleh para staf kami,” jelas Ed Woodward. “Ketika situasi itu terjadi, klub dan kepolisian tidak punya pilihan lain selain menganggapnya sebagai ancaman teror. Kami tidak bisa berasumsi bahwa itu kesalahan dalam latihan karena ketika ada situasi serupa terjadi di kemudian hari, tindakan sama mungkin kami lakukan.”

“Untuk jadwal baru nanti melawan Bournemouth, kami bekerja sama dengan Kepolisian Greater Manchester untuk memastikan keamanan tingkat tinggi menjadi prioritas utama. Pelajaran berharga dari insiden kemarin akan menjadi penting bagi kami dan keamanan untuk publik tetap menjadi prioritas utama.”

Berbicara masalah kemanan yang dipegang oleh salah satu perusahaan kemananan tersebut siap untuk bertanggung jawab atas adanya insiden tersebut. Dimana pada saat kejadian, anjing keamanan yang mereka gunakan memang tidak bisa mendeteksi kalau apa yang ada dalam paket tersebut hanyalah paket yang berisikan bom palsu saja.

Saya yakin mereka melakukan rapat untuk menentukan apa hukuman untuk saya. Pada akhirnya, saya akan tetap bertanggung jawab dan saya tidak akan melupakan tanggung jawab saya. Saya benar-benar minta maaf karena mereka tidak bisa menggelar pertandingan,” jelas Christopher Reid, pria yang menjalankan perusahaan keamanan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.