Satinah TKW Indonesia yang Divonis Hukuman Pancung di Arab Saudi

Satinah adalah nama salah satu tenaga kerja wanita Indonesia yang saat ini sedang berurusan dengan pihak kepolisian kerajaan Arab Saudi karena dituding telah membunuh majikan dimana dia bekerja. Akibat perbuatannya tersebut, Satinah pun kemudian divonis dengan hukuman pancung. Hukuman pancung tersebut akan dilaksanakan jika pemerintah Indonesia tidak mampu membayar uang diyat atau tebusan senilai 9 miliar kepada pihak Arab Saudi, dengan batas hingga 3 April 2014 nanti.

Peduli Satinah
Peduli Satinah

Kisah sedih seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia ini pun dituliskan pada blog seorang artis sekaligus presenter Melanie Subono. Berawal dari keputusannya untuk meninggalkan Indonesia dan mengadu nasib ke Arab Saudi sejak tahun 2006 silam dan tak lama dari waktu dirinya memutuskan untuk bekerja di Arab Saudi tersebut permasalahan pelik pun muncul.

Kisah tragis pembunuhan yang dilakukan oleh Satinah sendiri berawal pada saat dirinya sedang bekerja di dapur sang majikan. Tiba-tiba saja sang majikan datang dan marah-marah. Tidak hanya marah-marah sang majikan pun menjambak rambut Satinah lalu membenturkan kepalanya ke dinding rumah. Satinah pun melakukan perlawanan dan memukulkan tongkat adonan roti yang dia genggam ke pundak sang majikan hingga sang majikan terkapar dan pada akhirnya tewas. Sadar apa yang dilakukannya menghilangkan nyawa seseorang, Satinah pun menyerahkan diri ke pihak yang berawajib di Arab Saudi.

Tahun demi tahun berselang hingga akhirnya dirinya pun sempat beberapa kali menjalani persidangan dengan seorang diri. Hingga pada akhirnya kisahnya pun di dengar pihak KBRI disana dan akhirnya mengikuti persidangan dengan dampingan pihak KBRI Satinah pun mendapatkan putusan atau vonis dari pihak Arab Saudi. Vonis pihak Arab Saudi sendiri dijatuhkan dengan dua pilihan yakni Satinah harus membayar sejumlah uang sebagai diyat atau tebusan dengan angka mencapai 21 miliar rupiah atau vonis hukuman pancung. Hingga saat ini pemerintah Indonesia baru bisa memberikan uang diyat kepadanya dengan jumlah 12 miliar, dan sisanya belum diketahui akan ada atau tidak. Namun konsekuensinya jika tidak ada tambahan maka, vonis ini sendiri akan dijatuhkan pada tanggal 3 April 2014 mendatang.

Menurut berbagai sumber resmi diketahui bahwa Sakinah merupakan seorang warga di desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Satinah sendiri hingga saat ini belum terdapaftar sebagai DPT atau Daftar Pemilih Tetap di desanya tersebut karena memang suka merantau sejak masih kecil.

“(Namanya) tidak muncul (di DPT), karena dia tidak tercatat secara administrasi di Desa Kalisidi,” kata Dimas, kepala desa Kalisidi yang mendoakan agar Satinah lolos dari hukuman.

Meskipun demikian, Gubernur Jawa Tengah pun kemudian mengajak kepada para masyarakat semuanya yang mungkin bisa membantu kebebasan Satinah dari vonis tersebut dengan sama-sama memberikan sumbangannya melalui Gerakan Peduli Satinah. Melalui akun Twitter pribadinya sang Gubernur menuliskan :

, “Ayo bantu! rek. peduli Satinah Bank BRI. No. Rek 0325 01 001406 30 2 an Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Prop Jateng.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.