Bedak J&J Sebabkan Kanker, Ini Tanggapan BPOM

Bedak Bayi Johnson & Johnson  (J&J) belakangan heboh diberitakan terkait bedak ini yang bisa menyebabkan munculnya kanker. Hal ini mulai merebak manakala ada seorang pengguna bedak J&J tersebut yang bernama Jackie Fox asal Birmingham, Alabama yang meninggal karena kanker rahim. Keluarga Jackie Fox pun menuntut perusahaan yang memproduksi bedak J&J tersebut dan tentunya meminta ganti rugi. Dan gugatan itu ternyata dimenangkan oleh pengadilan negara  bagian  Missouri serta memutuskan agar perusahaan J&J membayar denda kepada keluarga Jackie Fox sebesar US$72 juta atau Rp965 miliar.

Bedak Johnson & JohnsonDi Indonesia sendiri bedak Johnson & Johnson ini memang sudah sangat terkenal di Indonesia. Tak heran jika banyak pihak kemudian merasa khawatir atas berita tersebut. Terkait hal ini lembaga BPOM yang memang menjadi pengawas untuk hal ini menanggapinya dengan merilis sebuah pernyataan resmi mengenai bedak bayi Johnson & Johnson yang ditengarai menyebabkan terjadinya kanker.

Dalam pernyataan resmin yang ditulis di website resminya, BPOM menyebutkan kalau bedak bayi Johnson & Johnson (J&J) yang dijual di pasar Indonesia tergolong aman. Hal ini dikarenakan kandungan Talc dalam bedak tersebut hanya  98 – 99.83 % saja.

Nama produk yang tercantum dalam kasus tersebut adalah Johnson’s Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnson’s Baby Powder Calming Lavender & Chamomile. Dari penelusuran database notifikasi kosmetika yang ada di Badan POM, terdapat 9 produk baby powder PT. Johnson & Johnson dari 75 produk baby powder yang ternotifikasi, namun produk baby powder Johnson & Johnson yang disebutkan dalam pemberitaan tidak terdapat dalam database notifikasi kosmetika,” BPOM menulis.

Jadi dengan kata lain, jenis bedak bayi yang menjadi penyebab Jackie Fox meninggal tersebut tidak dijual di Indonesia. Kemudian nantinya untuk hal keamanan pihak BPOM pun meminta agar jenis bedak bayi nantinya diberikan label peringatan yang berbunyi, “Jauhkan serbuk dari mulut dan hidung anak-anak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.