Kartun Charlie Hebdo Berulah Lagi, Bikin Karikatur Tuhan

Surat kabar Paris, Charlie Hebdo kini kembali berulah. Jika sebelumnya kartun ini menirukan karikatur nabi Muhammad SAW, yang terbaru kartun Charlie Hebdo berulah dengan membuat karikatur Tuhan. Kartun ini sendiri dibuat dalam rangka memperingati setahun tragedi penembakan yang terjadi pada kantor yang mereka tempati saat ini.

Karikatur Tuhan Charlie Hebdo
Karikatur Tuhan Charlie Hebdo

Setahun yang lalu tepat pada tanggal 7 Januari 2015, kantor harian Charlie Hebdo yang berada pada Distrik 11 Paris digempur tembakan oleh tiga orang pria yang tidak dikenal. Penyerangan ini sendiri menewaskan setidaknya 12 orang dan termasuk di dalamnya 4 orang yang menjadi pembuat kartun dalam surat kabar tersebut. Dari identifikasi diketahui kalau penembak yang menghujani kantor mereka adalah orang-orang yang menjadi anggota kelompok Al-Qaidah Yaman, ketika penembak itu sendiri dalam tragedi tersebut berteriak dengan menyebutkan telah membalaskan dendam Nabi Muhammad.

Tragedi penembakan itu sendiri memang dipicu oleh harian Charlie Hebdo itu sendiri yang telah membuat kartun Satir Nabi Muhammad SAW dalam kover harian mereka yang diterbitkan pada tanggal 3 November 2011. Tidak hanya itu saja, harian ini memang kerap kali memicu kontroversi terhadap umat Islam, salah satunya adalah kartun telanjang Rasulullah pada tahun 2012. Sementara bagi umat Islam, wajah nabi Muhammad tidak boleh digambarkan dengan cara apapun.

Setahun berlalu, pasca penyerangan memang tidak membuat harian Charlie Hebdo berhenti melakukan aksi yang memicu kontroversi. Kini mereka kembali membuat kartun yang merupakan karikatur dari Tuhan dalam kover harian mereka. Dalam karikatur tersebut, mereka menggambarkan Tuhan merupakan sosok yang memiliki jenggot dengan wajah yang bengis, sedang berlari dimana tepat dipunggungnya terdapat senapan. Pakaiannya mirip dengan orang-orang Arab dimana diujung kainnya terdapat darah. Dan semakin memicu kontroversinya dimana di atas karikatur Tuhan tersebut diletakkan simbol piramida yang memiliki mata satu yang kerap ditafsirkan sebagai Freemasonry.

Dalam karikatur tersebut, mereka pun menuliskan caption dengan tulisan berbahasa Perancis, “1 An Apres, L’Assassin court toujours” dengan makna, “Setahun berlalu, sang pembunuh masih bebas berkeliaran”. Dalam edisi kali ini memang tidak memunculkan simbol Islam, akan tetapi justru orang-orang yang berada di Vatikan yang mulai geram dengan aksi mereka.

Dalam sebuah rilisan resmi dari Vatikan dituliskan bahwa, tindakan yang sama yang dilakukan terhadap agama memang bukan merupakan hal yang baru. Akan tetapi, apa yang dilakukan “Charlie Hebdo” kali ini (Melecehkan Tuhan) dianggap merupakan sebuah tindakan yang bisa melukai setiap warga agama.

Disebutkan, “Di belakang bendera tipuan sekularisme tanpa kompromi, mingguan Perancis ini (Charlie Hebdo) sekali lagi mengabaikan hal yang sudah digaungkan oleh para pemuka setiap agama – menolak kekerasan atas nama agama dan menolak tindakan memakai nama Tuhan untuk membenarkan kebencian.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.