Keselamatan Penerbangan Indonesia di Bawah Standar Keamanan Internasional PBB

Penerbangan
Penerbangan

Keselamatan Penerbangan yang ada di Indonesia ternyata di bawah standar keamanan Internasional. Inilah kenyataan yang disampaikan oleh Audit ICAO otoritas penerbangan sipil PBB. Hal ini sendiri sudah diketahui sejak Mei 2014 yang lalu. Meskipun telah lama, akan tetapi, hasil audit ini kembali mencuat pasca musibah yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501 yang menjadi sorotan dunia setidaknya dalam enam hari terakhir.

Kecelakaan Pesawat AirAsia QZ8501 ini sendiri tentunya dalam keadaan penuh penumpang. Tercatat ada 155 penumpang beserta 7 awak pesawat. Jatuhnya pesawat ini sendiri terjadi dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura. Dalam pencarian hingga saat ini sudah hari kelima setidaknya beberapa jenazah sudah dievakuasi.

Lalu, bagaimana sebenarnya tingkat keamanan penerbangan di Indonesia? Tentunya jawabannya kurang bisa membuat gembira. The New York Times yang menyebutkan hasil audit ICAO (International Civil Aviation Organization) dengan hasil hanya 61 persen penerbangan di Indonesia layak. Hal ini tentunya jauh dari standar kelayakan penerbangan internasional yang mencapai angka 73,91 persen.

Kemudian, data mengejutkan juga datang dari Arlond Barnett, yang merupakan ahli statistik keselamatan penerbangan MIT (Massachusetts Institute of Technology). Dimana dalam kurun waktu 10 tahun terakhir disebutkan kalau perbandingan antara tingkat kematian penumpang dalam penerbangan di Indonesia mencapai angka 1 : 1.000.000 penumpang. Data ini sendiri jelas menguak angka 25 kali lebih berbahaya dari penerbangan yang ada di Amerika Serikat.

Mengutip dari laporan CNN Indonesia, disebutkan kalau Indonesia sendiri merupakan salah satu dari sembilan negara yang dianggap gagal dalam pemenuhan standar keamanan penerbangan. Delapan negara lainnya selain Indonesia antara lain adalah Bangladesh, Barbados, Ghana, India, Nikaragua, dan Uruguay.

Meskipun demikian data ini tentunya bukan menjadikan anda takut untuk terbang dengan pesawat, akan tetapi lebih kepada perbaikan di masa yang akan datang baik dari pemerintah maupun pelaku usaha yang berada di jalur penerbangan di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bahwa keselamatan adalah faktor utama dalam sebuah penerbangan. Tanpa adanya jaminan keamanan tentunya orang akan takut ketika masuk ke dalam ruang pesawat. Lebih dari itu, semoga data ini bisa dilanjutkan dengan perbaikan oleh orang-orang yang berada di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.