KPI Tegur Tiga Stasiun Telivisi Perihal Penayangan Musibah AirAsia

Pelampung
Pelampung

Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI kemaren,1 Januari 2014 menegur tiga stasiun televisi perihal penayangan berita musibah yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501. Tiga telivisi Tanah Air itu sendiri ditegur karena dinilai terlalu vulgar menayangkan jasad korban yang sedang dalam proses pengevakuasian di laut. Vulgar yang dimaksud sendiri adalah proses penayangan tanpa adanya proses editing sama sekali atau bahkan hanya proses blur yang tidak sempurna.

Adapun ketiga stasiun televisi itu sendiri antara lain adalah TVRI yang menayangkan berita AirAsia dalam programnya, “Indonesia Terkini”, Kemudian ada juga MetroTV yang menayangkannya dalam program “Breaking News”. Sementara satu lagi yaitu TVOne yang menayangkan gambar tanpa proses editing atau blur dalam programnya Breaking News.

KPI sendiri sudah melayangkan surat teguran kepada ketiga stasiun telivisi yang melanggar tersebut dengan surat bernomor 3055/K/KPI/12/14 dan 3054/K/KPI/12/14 KPI. Surat ini sendiri sudah dipastikan sampai kepada ketiga pihak televisi pada tanggal 31 Desember 2014 yang lalu.

“Penayangan gambar tersebut sangat tidak santun dan telah menimbulkan ketidaknyamanan pada masyarakat khususnya keluarga korban.” Demikian sebagian isi surat tersebut yang bertanggal 31/12/2014.

Selain masalah tidak adanya proses editing seperti yang disebutkan di bagian atas, ketiga tayangan yang ditampilkan oleh ketiga stasiun televisi tersebut juga tidak memperlihatkan adanya hal yang seperti diatur dalam sebuah ketentuan dan peraturan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS), yang mengatur masalah peliputan mengenai bencana atau musibah.

Sementara itu, TVOne sebenarnya sudah diberikan surat teguran lebih dulu yakni dalam surat bernomor 3056/K/KPI/12/14 yang dilayangkan pihak KPI pada tanggal 30 Desember 2014 pukul 14.44 WIB. Surat tertulis dari pihak KPI sendiir sudah diterima oleh pihak televisi milik Aburizal Bakrie tersebut.

TVOne sendiri sebenarnya sudah melakukan proses minta maaf secara langsung kepada KPI sesaat setelah proses penyiaran tersebut dilakukan karena banyaknya kecaman yang hadir, baik yang ada di media sosial maupun dari pihak keluarga korban AirAsia QZ8501 yang ada di Crisis Center Juanda. Dan mereka pun shock setelah melihat tayangan yang ditampilkan tanpa proses editing tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.