Inilah Jarak Aman Antar Mobil Saat Berkendara

Mobil memiliki kegesitan yang berbeda dengan sepeda motor ketika dipacu pada jalanan umum yang dipadati oleh kendaraan lainnya. Sepeda motor sendiri dapat dengan mudah menghindari tabrakan dengan meliuk-liuk di sela-sela mobil atau motor yang ada. Sementara itu, untuk mobil harus memperhatikan jarak yang sesuai dengan kendaraan yang ada di depan agar tidak terjadi tabrakan dengan motor atau mobil yang ada di depannya. Oleh sebab inilah, mengendarai mobil seharusnya juga mengetahui berapa jarak yang ideal atau aman untuk menghindari kecelakaan.

Jarak Aman Antar Kendaraan
Jarak Aman Antar Kendaraan

Memperhitungkan jarak aman antar kendaraan ini biasanya akan sangat sulit bagi para pengemudi mobil yang baru atau pemula. Dan hal ini jelas berbanding terbalik dengan yang sudah mahir atau lihai mengendarai mobil di jalanan yang padat. Mereka pun tidak akan canggung lagi ketika harus melakukan pengereman secara mendadak ketika hal tersebut diperlukan.

Dalam hal ini, pembalap nasional Rifat Sungkar pun angkat bicara dengan menyebutkan kalau memperhatikan jarak aman antar kendaraan adalah salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalanan. Adapun jarak yang ideal sendiri akan selalu berbeda dan menyesuaikan dengan kecepatan orang dalam mengendarai mobil itu sendiri. Dari penuturan Rifat disebutkannya dengan keceapatan 100 kilometer per jam maka direm maka mobil pun akan tetap bisa melaju bebas hingga 60 meter ke depan.

Kemudian perhitungan jarak antar mobil ini juga disesuaikan dengan perhitungan kemampuan memperhitungkan kecepatan mata, otak dan perintah kepada kaki untuk melakukan pengereman. Pada umumnya, kecepatan komunikasi antara organ tubuh manusia itu antara 0,5 detik hingga 1 detik. Kemudian lagi perhitungan lainnya adalah jarak antara pengereman hingga roda benar-benar terhenti. Pada kondisi yang baik, maka roda akan terhenti ketika di rem dengan waktu 0,5 hingga 1 detik. Dengan perhitungan ini, maka jarak aman antar masing-masing kendaraan adalah 3 detik minimal namun lebih baik lebih dari itu.

Namun, patokan jarak tiga detik itu harus pula disesuaikan dengan memperhatikan kendaraan yang ada di depan, kemudian pula memperhatikan objek diam yang ada di samping atau pinggir jalan seperti tiang listrik atau pohon. Anda perlu pula memperhatikan agar sampai pada hitungan ketiga mobil anda telah terhenti sejajar dengan objek diam dan tidak terkena mobil di depannya.

Sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published.