Tradisi Batampur Meriam Karbit Perayaan Idul Fitri di Pandawan

Menjelang bulan Ramadhan memang di beberapa daerah di Indonesia sering membuat sebuah permainan yang dinamakan dengan meriam bambu. Permainan ini sendiri mengadopsi sebuah alat tempur pada zaman penjajahan yang bernama Meriam. Namun, dibuat dari bambu dan minyak tanah agar tidak menciderakan orang yang memainkannya. Namun, salah satu yang unik ada di desa Pandawan, Kecamatan Pandawan Kab. Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Dimana meriam dibuat dengan menggunakan batang Hanau atau pohon nira dengan bahan kimia karbit sebagai peledaknya.

Meriam Karbit Pandawan
Meriam Karbit Pandawan

Bentuknya mirip dengan meriam bambu biasa, namun pada meriam yang menggunakan bahan kimia karbit ini berukuran lebih besar dan dibuat dari batang pohon nira atau enau yang dipahat di bagian tengahnya agar berbentuk sama dengan pohon bambu yang digunakan sebagai meriam. Cara membunyikannya pun sedikit berbeda dimana pada meriam karbit ini digunakan bahan kimia yang dinamakan dengan karbit yang dicairkan dengan air, lalu dipantik dengan api hingga suara menggelegar bak meriam pun akan keluar dengan sangat luar biasa.

Bila dibandingkan dengan meriam bambu, suara gemuruh yang keluar hampir sepuluh kali lebih besar. Oleh sebabnya, permainan ini sendiri hanya dimainkan oleh para orang yang sudah dewasa saja dan tidak diperkenankan untuk para anak-anak seperti pada permainan meriam bambu.

Nah. untuk merayakan Idul Fitri tahun ini, masyarakat desa Pandawan kecamatan Pandawan Kab, Hulu Sungai Tengah pun kembali mengadakan acara batampur meriam karbit. Dimana batampur sendiri berasal dari kata Tempur atau Perang. Dimana pihak panitia pun telah mempersiapkan lebih dari 100 buah batang enau atau nira yang siap dijadikan senjata dalam tradisi ini. 100 batang senjata meriam karbit itu sendiri dipasang berhadap-hadapan dengan jarak lebih dari 100 meter per kelompoknya.

Acara ini sendiri akan diadakan setiap tahun pada malam hari raya Idul Fitri kedua atau untuk tahun ini jatuh pada nanti malam tanggal 18 Juli 2015. Ini bukanlah kali pertama, tradisi ini diadakan setidaknya acara seperti ini sudah dilaksanakan sejak puluhan tahun yang lalu dan hingga sekarang masyakarat Pandawan tetap konsisten mengadakan kegiatan tersebut. Tujuannya adalah untuk melestarikan tradisi batampur itu sendiri dan juga sebagai sarana hiburan bagi warga sekitar yang sedianya datang berbondong-bondong menuju lokasi kegiatan.

Anda penasaran dengan tradisi ini? Silahkan datang saja ke desa Pandawan, Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Indonesia. Ditunggu ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.