Kucing Yang Menjabat Kepala Stasiun Meninggal Bikin Warga Jepang Berduka

Tama adalah sebuah nama untuk seekor kucing yang dipercaya warga Jepang menjadi seorang kepala stasiun di Kishi, perfektur Wakayama, Jepang. Kucing ini sendiri dikenal ramah kepada para pengunjung stasiun. Dirinya pun juga memberikan keramahan kepada para pengunjung yang hanya sekedar melakukan transit di stasiun tersebut sekedar untuk memberikan salam dan menyapanya.

Kucing Tama
Kucing Tama

Tama juga dianggap berjasa bagi kota kecil tersebut, karena berkat dirinyalah para wisatawan tertarik untuk datang ke tempat tersebut. Akan tetapi, berita duka pun muncul, dimana Tama sang kucing dikabarkan meninggal di usianya yang ke 16. Penyebab kematian kucing Tama ini dikarenakan gagal jantung dan juga usia yang tua.

Melansir dari Straits Times, kucing ini sendiri nantinya akan dimakamkan pada hari Minggu, 28 Juni 2015 di stasiun tempat Tama bertugas.

Keramahan Tama
Keramahan Tama

Menariknya, kematian kucing yang memiliki warna telong ini membuat banyak warga Jepang kemudian berduka. Penghargaan ini diberikan kepada Tama oleh mereka karena diyakini kehadirannya di Stasiun Kishi mampu membuat stasiun tersebut terhidar dari kebangkrutan pada tahun 2006 yang telah lalu.

Pada tahun tersebut, hampir seluruh pekerja stasiun memutuskan untuk berhenti bekerja di stasiun Kishi karena jumlah yang pengunjung yang sedikit bahkan hampir tidak ada. Kemudian, pekerja satu-satunya yang belum berhenti akhirnya menyerahkan mantel dan topi kepala stasiun kepada seekor kucing yang sering berada di stasiun tersebut.

Namun, uniknya sejak peristiwa tersebut, banyak pengunjung yang kemudian berdatangan dan suka melihat kucing bermantel dan bertopi kepala stasiun tersebut. Alhasil sampai saat ini stasiun Kishi pun jadi ramai pengunjung baik untuk bepergian atau hanya sekedar suka melihat kucing berseragam kepala stasiun Kishi tersebut.

Tama sendiri tidak hanya menjadi terkenal di negeri Sakura itu saja, kepopuleran namanya pun merambah hingga mancanegera. Banyak turis asing yang kemudian penasaran terhadap sosok Tama. Kemudian kota kecil yang menjadi tempat wisata sapi tersebut pun kemudian menjadi terkenal dan populer di telinga para wisatawan.

Namun, akhirnya riwayat Tama itu pun berakhir seperti mahkluk hidup lainnya. Salah seorang Juru Bicara, Wakayama Electric Railway, Yoshiko Yamaki mengisahkan asal muasal sakitnya Tama.

“Dia sakit sinus sejak sebulan lalu, tapi dia tetap energik hingga akhir hidupnya,” jelasnya.

Banyak yang kemudian mengirimkan karangan bunga sepeniggal Tama sang kucing sekedar mengucapkan belasungkawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.