Ini Alasan Ulama Serukan Umat Islam Pakistan Agar Tidak Puasa Ramadhan

Para ulama Islam yang ada di Pakistan membuat sebuah fatwa yang mengherankan dimana seluruh umat Pakistan khusus tahun ini tidak usah berpuasa di bulan Ramadhan dengan syarat khusus. Fatwa ini sendiri diutarakan setelah memperhatikan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan warga di negara tersebut untuk berpuasa. Diketahui bahwa negara tersebut saat ini mengalami gelombang panas dan suhu udara yang sangat ekstrem.

Umat Islam di Pakistan Kepanasan
Umat Islam di Pakistan Kepanasan

Salah satu kota terbesar di Pakistan yaitu Karachi sendiri mengalami suhu paling parah. Dari data setempat diketahui kalau dikota tersebut suhunya mencapai 113 derajat fahrienhet. Dampaknya dari kabar NBC News mewartakan kalau, suhu ekstrem di kota tersebut telah memakan jiwa, dan hingga saat ini korbannya sudah mencapai 750 orang dan akan terus meningkat jika suhu tidak segera menurun.

Disamping memang suhu yang sangat panas di negara tersebut, pasokan energi listrik di negara tersebut pun terbilang mengalami krisis. Listrik pun padam dalam kurun waktu hingga berjam-jam lamanya, yang mengakibatkan sekitar 22 juta jiwa warga Karachi menjalani malam dengan keadaan gelap gulita. Sementara itu, gelombang panas yang menimpa negara tersebut pun membuat peralatan seperti AC, pompa air, dan kipas angin seperti tak berfungsi.

Dengan keadaan inilah akhirnya salah satu ulama terkenal di negara tersebut yakni Mufti Mohammed Naeem akhirnya mengeluarkan sebuah fakta yang membolehkan masyarakat di negara tersebut membatalkan puasanya jika memang sudah merasa tidak sanggup untuk berpuasa. Karena jika diteruskan dipastikan akan mengancam jiwanya.

“Jika para  dokter ahli mengatakan, hidup Anda terancam karena panas, atau kondisi tubuh (di tengah serangan gelombang panas) bakal memburuk karena berpuasa, Anda sebaiknya tidak berpuasa dulu.” Ujarnya.

Akan tetapi, fatwa ini sendiri tentunya tidak berlaku untuk umat Islam secara keseluruhan. Karena memang sifatnya yang kondisional. Oleh sebabnya apabila ada di daerah lain di negara tersebut tidak mengalami kondisi udara dan suhu yang panas seperti di Karachi tentunya wajib untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan.

“Ini sifatnya kondisional, bergantung pada kondisi medis Anda dan bagaimana Anda bereaksi terhadap gelombang panas ini, bukan berarti semua dibebaskan untuk tidak berpuasa. Hanya dokter yang terkualifikasi dan religius yang bisa menentukan kondisi Anda.” Lanjutnya.

Pada umumnya, para umat Islam di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Dengan durasi dari mencapai 29 hingga 30 hari. Namun, untuk khusus negara Pakistan sendiri terbilang darurat jadi ada sebuah keringanan yang dimunculkan oleh salah satu ulama di negara tersebut.

“Saat hidup Anda terancam (kelaparan dan tidak ada makanan), saat tubuh butuh pertahanan, maka bahkan hukum Islam memperbolehkan Anda mengonsumsi daging babi.” Ucap Mufti Mohammed Naeem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.