Resiko Kesehatan yang Mungkin Disebabkan Oleh Botol Plastik Minuman Bekas

Botol bekas air mineral sering digunakan kembali secara terus menerus oleh masyakat Indonesia untuk digunakan sebagai penampung air untuk bekal bekerja dan bepergian dan dilakukan secara berulang-ulang. Tidak jarang ditemukan kasus orang menggunakan botol tersebut berhari-hari dengan berbagai alasan, mulai dari botol yang diyakini sudah bersih karena telah dicuci, hingga masih bagus keadaannya dan tidak pecah.

Botol Minuman Bekas
Botol Minuman Bekas

Akan tetapi, hal ini sebenarnya tidak dibenarkan oleh para ahli ksehatan karena dianggap tidak sehat. Pasalnya menggunakan botol minuman bekas sendiri ternyata lebih bahaya dan mengandung risiko bagi kesehatan dibandingkan dengan menggunakan botol dari jenis lainnya. Apakah resiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan botol minuman bekas tersebut? Berikut uraiannya :

Komplikasi Kehamilan

Botol minuman kemasan dengan tipe 7 disebutkan mampu menimbulkan masalah komplikasi pada kehamilan. Hal ini sendiri berdampak pada adanya resiko kelainan kromosom karena adanya kontraksi antara air yang diminum dengan bahan kimia berbahaya yang terkandung pada botol minuman bekas tersebut.

Puber Lebih Cepat

Masa puber yang mungkin dialami oleh anak-anak menuju remaja mungkin akan terjadi dengan lebih cepat. Hal ini disebabkan karena bahan kimia yang digunakan pada botol tersebut sebaiknya hanya digunakan utuk sekali pemakaian. Dan bahayanya, bahan kimia tersebut dapat memicu produksi homon esterogen yang lebih banyak di awal usia menuju remaja.

Infeksi

Botol plastik bekas minuman mineral sebenarnya tidak memenuhi standar botol yang sesuai untuk digunakan untuk tempat minuman isi ulang. Kualitas rendah ini disebabkan oleh pemakaian bahan baku yang kurang baik dan dapat mencemari air minuman yang dituangkan dalam botol tersebut. Kemudian dari segi design yang menggunakan banyak kelok sebenarnya hanya akan menyulitkan untuk membersihakannya, ini dikhawatirkan akan adanya bakteri yang mungkin akan mengotori minuman yang ada dalam botol tersebut dalam pemakaian kembalinya. Oleh sebab inilah, botol minuman bekas kemungkinan besar akan menimbulkan infeksi khususnya di saluran pencernaan manusia.

Dari uraian tentunya kita harus menyadari bahwa lebih baik untuk menggunakan botol yang memang khusus digunakan untuk air minum isi ulang ketimbang menggunakan botol minuman bekas. Karena menjaga kesehatan diri lebih penting ketimbang menghemat untuk membeli botol minuman khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.