Fabioli De Oliviera, Artis Yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Fabioli De Olievera adalah artis yang belakangan diberitakan menjadi korban penyiraman air keras. Akibat hal ini, sebagian wajah dan tubuhnya pun melepuh. Pelaku penyiraman air keras terhadapnya hingga kini belum tertangkap, akan tetapi menurut keterangan dari Fabioli sendiri diketahui kalau yang menyiramnya adalah seorang yang pengendara motor yang tak dikenalinya. Penyiraman sendiri terjadi pada Januari 2015 yang lalu. Meskipun menderita luka bakar yang cukup parah di sebagian wajahnya, dirinya pun kini mulai berani muncul ke hadapan publik.

Fabioli De Oliviera
Fabioli De Oliviera

“Aku sudah mulai percaya diri lagi, karena sudah banyak orang di sekeliling aku dan aku juga ngerasa polisi ngurus banget,” tutur Fabioli saat dijumpai di Trans TV, kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2015).

“Aku masuk televisi atau media juga biar orangnya (pelaku) takut dan merasa terancam. Aku juga takutnya dia akan bertindak lebih parah lagi,” lanjutnya.

Kemunculannya di media ini pun kemudian lantas menceritakan prosesi kejadian naas yang menimpa dirinya tersebut. Kala itu, dirinya bersama sahabat kecilnya berboncengan pulang dari sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan pulang, tepatnya di jalan KS Tubun, Palmerah, Jakarta Barat, tiba-tiba ada dua orang pengendara sepeda motor lain dengan jenis Vario datang menghampiri dirinya dengan Adit dan seketika menyiramkan air keras ke arahnya.

Akibat siraman air keras tersebut, sebagian besar wajah dan badan bagian kananya terkena luka bakar. Dirinya pun dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani pemeriksaan selama 14 hari. Sepulang dari rumah sakit pun dirinya sulit untuk melakukan kegiatan apapun selama 1 bulan lamanya. Demi pengobatan putrinya tersebut bahkan sang ibunda yang bernama Syuli Umboh harus membayar dengan total biaya sekitar Rp. 70 juta.

“Aku di rumah sakit 2 minggu, terus di rumah 1 bulan lebih ngga bisa ngapa-ngapain. Tidur juga susah karena harus (menghadap) ke kiri terus, dan kuping (telinga) sampai sekarang masih sakit, suka nyut-nyutan,” ungkap Fabioli

Kasus ini sendiri hingga saat ini masih dalam proses oleh pihak Kepolisian. Semoga cepat terungkap siapa pelaku dan pelakunya pun harus diganjar hukuman yang setimpal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.