Ini Hukuman Makan dan Minum di Tempat Publik Negara Oman, UEA, dan Arab Saudi

Selama bulan Ramadhan beberapa negara di wilayah Timur Tengah melarang keras bagi para penduduknya untuk melakukan aktivitas makan dan minum di ruang publik pada siang hari. Sementara itu, bagi mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa memang tidak dilarang untuk makan dan minum, akan tetapi tidak dilakukan di tempat terbuka yang dapat dilihat oleh orang banyak, jadi silahkan makan asal hanya di tempat yang privat dan tidak terlihat oleh orang lain. Jika ada yang nekat maka, sanksi pun akan diberlakukan. Hal ini sendiri dilakukan oleh pemerintah setempat untuk menghormati bulan Ramadhan dan juga orang-orang yang menjalankan ibadah puasa itu sendiri.

Di Uni Emirat Arab misalnya, melakuakan kegiatan makan dan minum pada bulan puasa di tempat publik, merupakan salah satu kegiatan yang dianggap kriminal secara visual. Bagi masyarakat yang kedapatan melakukannya maka petugas pun berhak untuk menegurnya. Dan jika memang tidak digubris dan tetap melakukan, maka hukuman pun akan ditimpakan pada pelanggar tersebut.

Makan dan Minum
Makan dan Minum

“Makan, minum, dan merokok siang hari ketika puasa merupakan kekerasan secara visual bagi yang menjalankan ibadah. Itu merupakan tindakan kriminal dan dapat dihukum,” kata Kolonel Mohammad Nasser Al Razooqi, Wakil Direktur Investigasi Kriminal Kepolisian Dubaiseperti

Hukuman ini sendiri telah diberlakukan sejak tiga tahun belakangan. Dan selama kurun waktu tersebut setidaknya sudah ada 24 orang yang terkena hukuman dari pelanggaran di bulan Ramadhan tersebut. Mereka makan dan minum di tempat terbuka dan ditangkap oleh pihak kepolisian Dubai. Para pelanggar tersebut sendiri terdiri atas dua orang Arab dan selebihnya adalah turis dari Eropa.

Sementara itu, berbeda dengan di Negara Oman. Di negara ini, hukuman langsung akan diberikan yakni kurungan 10 hari bagi orang yang nekat makan dan minum di tempat umum. Hukuman ini tidak hanya diberlakukan bagi para pemeluk agama Islam saja, akan tetapi untuk pemeluk agama lain pun diberlakukan. Alhasil banyak dari orang-orang yang terkena hukuman adalah turis asing dan juga para pekerja asing di negara setempat yang sebelumnya tidak mengetahui adanya hukuman tersebut.

“Kami menghormati hak orang non-muslim tidak berpuasa, kami hanya melarang mereka makan di tempat umum,” kata Sufyaan Khalifa, Ketua Dewan Ulama Oman.

Meskipun demikian, di negara Oman sendiri restoran memang masih diperbolehkan untuk melayani pelanggan. Restoran yang diperkenankan untuk buka tersebut diperuntukkan bagi mereka yang bukan dari pemeluk Islam yang tinggal atau sekedar berkunjung ke Oman. Akan tetapi, cara melayaninya tidak dengan cara yang biasa, akan tetapi pesanan makanan langsung diantarkan ke tempat tinggal sang pemesan.

Sementara itu, di Arab Saudi sendiri memiliki peraturan yang berbeda dengan dua negara yang sudah disebutkan di bagian atas. Di negara ini, diberlakukan hukuman larangan makan dan minum di semua tempat umum, tidak terkecuali jalan raya, kantor. Dan tegasnya hukuman ini, bagi para pelanggar yang berasal dari negara lain langsung dipulangkan ke negara asal mereka.

“Tidak ada pengecualian, kalau ingin tinggal di Saudi maka harus menghormati hukum kerajaan,” tulis rilis pers Kementerian Dalam Negeri Saudi.

Hukum ini seperti terlihat sangat serius diberlakukan di negara Arab Saudi. Betapa tidak, kerajaan Arab Saudi pun langsung menugaskan 12 ribu pasukan untuk mengawasi aktivitas warung dan restoran hingga tempat umum lainya agar tidak ada pelanggar. Sementara itu, mereka pun bertugas untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang makan dan minum di tempat-tempat yang mungkin digunakan orang untuk makan dan minum. Dari tiga tahun belakangan, setidaknya ada 16 ribu orang sudah mendapatkan hukuaman. Hukumannya pun bervariasi dari mulai membayar denda hingga di deportasi ke negara asalnya. Bagaimana menurut anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published.