Inilah Syarat Penderita HIV AIDS Boleh Puasa Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang identik dengan aktivitas ibadah puasa, meski memang banyak ibadah lain yang juga dikerjakan dalam bulan ini. Seluruh umat Islam di dunia yang telah sampai umur diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Lalu, bagaimanakah dengan para ODHA atau penderita HIV AIDS?

HIV AIDS
HIV AIDS

Pada dasarnya penderita HIV AIDS atau ODHA masih mungkin untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan baik. Namun, tentunya ada beberapa syarat yang harus mereka penuhi, agar ibadah mereka bisa berjalan dengan lancar. Syarat ini sendiri wajib dipenuhi karena memang dalam masa penyembuhan penyakit yang hingga kini belum ada obatnya tersebut, ada perlakuan khusus kepada mereka oleh sebab itulah dalam beberapa kondisi tertentu, puasa mungkin tida dianjurkan bagi mereka.

Dalam hal ini, ada dua syarat yang wajib dipenuhi oleh para ODHA sebelum memutuskan untuk melaksanakan ibadah puasa. Yang pertama dalah mereka sudah mengkonsumsi obat ARV dengan teratur agar sistem imun di dalam tubuhnya bisa terjaga dan juga tidak mengalami infeksi terhadap penyakit. Para ODHA sendiri memiliki kemungkinan untuk terserang infeksi peyakit seperti diare, tuberkulosis, mual hingga bisa juga menyebabkan muntah yang sangat hebat. Jika memang hal ini terjadi, maka dianjurkan untuk berhenti berpuasa atau menunda niatan baik tersebut.

Bagi pasien HIV/AIDS yang akan menjalani ibadah puasa, jika mungkin jumlah sel limfosit darah putih (CD4) di atas 200 dan secara klinis baik,” kata Mohamad Zaenal Abidin, Kepala Poliklinik Edelweis RSUP Dr Sardjito

Pada penderita penyakit HIV AIDS ini biasanya gangguan yang paling banyak adalah pada sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi manusia normal, biasanya jumlah CD4 nya berkisar antara 1.400-1.500, sementara untuk penderita HIV AIDS justru kurang dari itu dan terus akan menurun jumlahnya seiring berjalannya waktu. Hal inilah yang kemudian membuat mikroorganisme berjenis patogen bisa dengan mudah menyerang tubuh dan menyebabkan munculnya penyakit.

Oleh sebab itulah para penderita HIV AIDS yang ingin melaksanakan ibadah puasa hendaknya tetap dan selalu meminum obat ARV pada saat berbuka dan sahur agar CD4 tetap terkendali. Mungkin akan ada yang namanya perasaan bosan, akan tetapi hal ini tetap harus anda lakukan. Beberapa hal yang mempengaruhi kebiasaan meminum ARV ini adalah adanya faktor kebosanan, munculnya gejala karena efek samping dan juga merasa bahwa mereka sudah sehat dan baikan.

Sumber : Republika Online

Leave a Reply

Your email address will not be published.