Inilah Jenis Kekerasan Yang Paling Sering Dilakukan Orang Tua Pada Anak

Anak adalah salah satu anugerah terindah dari buah cinta yang diberikan Tuhan kepada orang tua. Oleh karena itulah sudah seharusnya jika orang tua menjaga dengan baik anak mereka dan tidak sampai berlaku kasar kepadanya. Namun, dalam beberapa keadaan orang tua terkadang tidak sadar atau pun sadar melakukan tindakan kekerasan pada anak yang berdampak buruk pada psikologisnya.

Kekerasan pada Anak
Kekerasan pada Anak

Dewasa ini sering terjadi tindakan kekerasan pada anak, sebut saja kasus Margareth yang saat ini sedang booming menjadi pembicaraan banyak orang. Dalam kasus tersebut, orang tua Margareth sendiri yang akhirnya menjadi otak atau dalang yang menjadi penyebab meninggalnya sang anak.

Anda tentu tidak ingin kejadian yang sama terjadi pada diri anda. Oleh sebab itu, ada baiknya mulai sekarang anda mencoba instrospeksi diri. Beberapa kekerasan mungkin sering anda lakukan pada anak. Jika anda merasa belum, coba simak beberapa kekerasan yang sering dilakukan orang tua pada anak seperti yang di bawah ini. Jika anda pernah melakukannya, maka otomatis maka anda sudah melakukan tindakan kekerasan pada anak.

Berikut Beberapa Kekerasan Yang Sering Dilakukan Orang Tua Pada Anak yang Kadang Tidak Disadari Orang Tua :

  1. Menjewer telinga anak.
  2. Mencubit kulit atau bagian tubuh anak.
  3. Menggunakan alat untuk memukul anak.
  4. Menggunakan alat berbahaya untuk melukai anak.
  5. Membuly atau mengejek anak di depan teman-teman atau orang banyak.
  6. Membandingkan sikap dan kelakukan atau kepintarannya dengan saudara, orang lain yang menurut anda lebih baik darinya.

Jika melihat uraian kekerasan pada anak yang disebutkan di atas, maka dapat disimpulkan kalau kekerasan bukan hanya masalah fisik, akan tetapi juga terjadi pada mental sang anak. Tidak hanya perbuatan yang menyakiti anggota atau bagian tubuh anak yang nampak, akan tetapi juga melukai perasaan atau hatinya.

Dalam keterangan resminya, pihak KPAI menyebutkan jika tindak kekerasan yang terjadi pada anak dikarenakan para orang tua memposisikan anak sebagai aset atau bisa disebut sebagai hak milik. Dan apa yang disebutkan di atas, kebanyakan dilakukan oleh para ibu kepada anaknya.

Dampak kekerasan pada anak ini adalah kurangnya mampunya anak untuk mengenali apa yang dirinya inginkan. Oleh sebabnya, anak yang menjadi korban kekerasan tersebut biasanya menjadi anak yang pasif, lebih banyak nurut pada apa yang dikehendaki oleh orang tuanya, dan sulit untuk menjadi pribadi yang mandiri. Tentu hal tersebut bisa berbahaya bagi masa depan sang anak. Oleh sebab itu, mulailah memikirkan hal-hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.