}); Pesan Juru Kunci Gunung Merapi kepada Para Pendaki - Asek

Pesan Juru Kunci Gunung Merapi kepada Para Pendaki

Ki Lurah Surakso Sihono Putera Mbah Marijan
Ki Lurah Surakso Sihono Putera Mbah Marijan

Mitos dan kepercayaan tentang gunung merapi memang masih dipercaya oleh beberapa orang atau pendaki yang ingin mendaki gunung teraktif di duia tersebut. Dalam hal ini, putra mbah Marjian, Ki Lurah Surakso Sihono menyebutkan kalau pendaki harus memahami etika yang harus dipahami ketika mendaki gunung Merapi.

Juru kunci Merapi yang akrab dengan panggilan sapaan Asih menyebutkan kalau hal yang penting adalah perkataan dan tingkah laku yang sopan serta menghindari hal-hal negatif. Beberapa syarat tersebut disebutkannya menjadi syarat wajib bagi setiap orang untuk izin permisi ketika hendak memasuki daerah atau wilayah yang asing bagi seseorang.

Tidak hanya soal itu saja, akan tetapi waktu ketika hendak mendaki Gunung Merapi pun harus tepat. Sebelumnya, ketika Mbah Marijan yang masih menjadi juru kunci gunung Merapi, para pendaki pun selali diingatkannya mengenai kapan waktu yang tepat untuk mendaki. Dimana dirinya juga menyebutkan kapan waktu terbaik untuk memulai pendakian.

Kalau dalam istilahnya ada Petung, yaitu hari, tanggal dan waktunya untuk menemukan waktu yang baik untuk memulai pendakian. Tak jarang para pendaki pun harus menunggu waktu hingga berjam-jam untuk memulai mendaki.

“Istilahnya empan papan,” jelas Asih
Mbah Marijan sendiri melakukan hal tersebut bukan tanpa disertai alasan. Akan tetapi, menurut Mbah Marijan hal ini dirinya lakukan agar para pendaki memiliki kesiapan mental baik secara lahir dan juga batinnya sebelum akhirnya aksi dimulai. Tidak hanya soal kesiapan, akan tetapi juga agar para pendaki sadar akan kondisi dan stamina yang dimiliki, agar tak ada proses memaksa diri untuk mencapai puncak.
“Kalau capek, ya, harus istirahat. Jangan ngoyo,” ingatnya.
Filosofi dari Mbah Marijan ini menurut Asih sendiri adalah petuah atau nasihat dari orang tua yang biasa diberikan kepadanya anaknya. Seperti sebut saja jangan sampai keluar rumah ketika waktu Magrib dan malam agar tidak terkena penyakit sawan dan lain sebagainya. Bukan penyakitnya yang dikhawatirkan, akan tetapi agar anak di waktu malam dapat mengisi kegiatan dengan hal yang lebih positif seperti belajar dan juga berdoa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.