Anggita Sari Terlibat Prostitusi Online dengan Tarif Rp. 70 Juta?

Anggita Sari
Anggita Sari

Prostitusi Online saat ini menjadi hal yang heboh di masyarakat. Dimana kemajuan ilmu teknologi yang semakin pesat digunakan oleh beberapa pihak sebagai tempat yang mudah untuk bertransaksi diri. Tidak hanya dari kalangan biasa, namun prostitusi online pun kini merambah ke dunia entertainment. Dan kabar ini pun semakin heboh manakala terdapat kasus tertangkapnya seorang artis yang kini masih dalam masa penyidikan dengan inisial AA, semakin memperburuk keadaan saat ini.

Anggita Sari yang namanya tentu sudah tidak asing lagi dengan dunia keartisan dan modeling pun menyatakan kalau dirinya sudah tidak terkejut lagi ketika mendengar kata prostitusi Online. Menurut wanita yang pernah menjalin hubungan dengan Enji mantan suami Ayu Ting Ting tersebut, bukan merupakan hal yang tabu lagi baginya jika memang terdapat beberapa artis ternama dan juga model yang turut terjun di dalamnya.

“Nggak munafik, model majalah pria dewasa pasti kenal dan deket sama dunia entertainment yang menjurus prostitusi. Apalagi yang job nya nggak cuma di dunia modeling aja,  sinetron juga, DJ, jadi pastinya link yang nawarin gitu lebih banyak,” ujarnya.

Menurut penuturannya, dirinya pun pernah ditawarin untuk mau berkencan dengan seorang pria dengan tawaran yang tentunya sangat mahal. Karena dirinya termasuk ke dalam golongan model papan atas Indonesia, maka nominal yang diajukan pun terbilang sangat tinggi yaitu Rp. 70 juta.

“(Mucikari) basa-basinya ‘mau dikenalin bos nggak’. Nanti dikasih segini-gini nominal biasanya Rp 50-an (juta) ke atas untuk model rate atas,” ucapnya seperti dikutip dari detikHOT. “(Pernah ditawar) Rp 50-70 juta.”

Diakuinya meski tawaran para mucikari terbilang sangat tinggi, akan tetapi dirinya masih bisa menahan diri untuk tidak ikut untuk bergabung dengan mereka. Sekalipun memang suatu saat nanti dirinya ada niatan terjun ke dunia tersebut, menurutnya dirinya hanya akan mencari pelanggan sendiri tanpa harus menggunakan jasa mucikari.

“Aku enggak seberani itu, apalagi kalau pakai link (mucikari),” kata Anggita. “Kalau bisa dapat ‘kenalan’ sendiri, kenapa harus lewat mucikari? Risikonya gede, apalagi jadi bahan omongan kaum sosial.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.