Kenali Tanda-tanda Pria Alami Puber Kedua

Pria Puber
Pria Puber

Puber adalah masa yang biasanya terjadi pada usia anak remaja menuju akil baligh. Akan tetapi, hal ini tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi pada usia yang tua atau paruh baya. Pada usia paruh baya sendiri biasanya disebut dengan masa puber kedua. Pria dengan usia menengah dimana mereka pun mengalami beberapa perubahan dari segi fisiknya. Salah satu perubahan fisiknya adalah pada saat berjalan yang sering tampak menakutkan atau justru melemahkannya.

Pria yang mengalami masa puber kedua sendiri memiliki ciri khas atau gejala-gejala yang cukup khas. dr Heru H Oentoeng, Sp. And, dokter spesialis andrologi mengungkapkan bahwa dalam masa puber kedua beberapa pria ingin mengungkapkan bahwa mereka masih terlihat tampan dan gagah meski sudah berumur. Meskipun demikian kenyataan yang terjadi dari segi fisik mereka sudah lemah. Usia puber kedua sendiri biasanya terjadi di rentang 40 tahun ke atas.

Berikut adalah beberapa tanda pria yang mengalami masa puber kedua :

1. Munculnya Rambut Tambahan pada Tubuh

Pada puber yang dialami remaja ada rambut tambahan yang biasanya muncul yaitu pada kumis dan juga jenggotnya. Dan hal ini juga berlaku untuk masa puber kedua, dimana terdapat tambahan rambut yang muncul di sekujur tubuhnya. Rambut ini pun bisa jadi akan tampak tebal dan tumbuh di bagian mana saja, seperti pinggang, dahi, hidung, punggung dan juga telinga.

2. Terjadi Pertumbuhan Tubuh yang Kedua

Seperti halnya puber yang pertama, puber lanjutan ini pun ditandai dengan pertumbuhan tubuh yang cepat. Akan tetapi, pertumbuhan tubuh yang terjadi berdampak pada bagian-bagian tertentu yang berubah menjadi tidak proporsional lagi. Kemudian, tidak seperti puber pertama dimana segala pertumbuhan fisik terjadi dengan bertahap, dimasa puber kedua ini, biasanya pertumbuhan terjadi dengan sangat cepat, bisa jadi hanya dalam beberapa detik saja.

3. Terjadi Perubahan Suara

Nada suara menjadi salah satu pertanda dalam masa puber, dan hal ini pun terjadi untuk masa puber yang kedua. Pada beberapa kasus puber kedua biasanya terjadi suara akan lebih dalam dan nadanya pun bisa jadi akan turun secara ekstrem yakni tiga oktaf.

Sumber : Okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.