Ini Blog yang Membocorkan Kunci Jawaban UN SMP 2015

Ujian Nasional
Ujian Nasional

UN SMP 2015 hari ini memasuki hari ketiga, dimana salah satu mata pelajaran yang diujikan hari ini adalah Bahasa Inggris. Dua hari sebelumnya sudah diujikan Bahasa Indonesia dan Matematika dan masih tersisa IPA Terpadu untuk mata pelajaran yang diujikan besok hari. Sekilas pelaksanaan UN 2015 ini terlihat lancar tanpa ada masalah sedikitpun, baik itu dari itu masalah distribusi soal dan kebocoran UN.

Namun, kabar terbaru menyebutkan kalau kunci jawaban UN 2015 ini ternyata telah bocor dan beredar. Peredaran bocoran soal UN 2015 ini ditengarai dilakukan oleh salah satu blog. Nizam selaku Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mendengar hal ini langsung memberikan konfirmasi bahwa apa yang tertera dalam blog yang dimaksud bukan merupakan kunci jawaban UN 2015.

“Kami pastikan itu bukan soal UN 2015. Ada yang sengaja menaruh soal tersebut dan dibuat mirip,” sambungnya.

Pakanang.blogspot.com adalah salah blog yang menuliskan sebuah artikel yang berjudul ‘Bocoran Soal Unas SMP 2015’ atau blog yang dimaksud tersebut. Saat ini blog ini sudah dihapus dan tidak bisa diakses lagi. Pada penyelenggaraan UNas SMP 2015 hari yang pertama kemaren, memang sempat heboh tentang tersiarnya kabar bahwa soal Unas ada dalam postingan salah satu blog. Namun, pihak Puspendik pun memastikan kalau bocoran soal tersebut bukanlah soal UN SMP 2015.

“Pengunggah hanya ingin mencari sensasi,” sambung Nizam

Tersiarnya kabar mengenai salah satu blog yang memposting masalah bocoran ini sendiri berdampak pada terpecahnya konsentrasi siswa yang mengikuti ujian. Sekedar Informasi bahwa memang blog tersebut memposting sebuah artikel yang bertajuk “Bocoran  Soal UNas SMP 2015”. Tidak hanya memakai judul tersebut, akan tetapi, isi dari konten itu pun bermaterikan soal-soal dari empat mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA Terpadu.

“Mengurusi itu bikin repot saja. Sudah saya pasrahkan ke Biro Hukum dan Organisasi Kemendikbud,” kata dia.

Lebih jauh Nizam berharap agar masyarakat dan khususnya para orang tua agar tidak terpengaruh dengan adanya kabar dan isu seperti hal tersebut. Karena akan berisiko sangat besar pada peserta didik yang akan menjalani UN. Terlebih parah jika nantinya ada soal yang mestinya bisa dijawab jadi salah karena berpatokan pada kunci atau bocoran yang tidak jelas kebenarannya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.